Home / BREAKINGNEWS / NASIONAL / POLITIK

Jumat, 26 Juli 2019 - 00:44 WIB

FREDDY LATUMAHINA: Tidak Komunilatif, Ada Ruang Kosong antara Pimpinan Golkar dengan Kader

Sulselinfo.Com,JAKARTA–Ada gap atau ruang kosong antara kader dengan elit Partai Golongan Karya (Golkar) karena keengganan pimpinan partai berlambang pohon beringin ini menyapa, bertemu, atau ┬áberdialog dengan para kadernya sendiri. Gap itu terbentuk lebih karena ketidakmampuan elit Golkar merespons dan mengelola tuntutan dinamika demokratis di tubuh partai.

Banyak kader Golkar di daerah merasakan dan mengeluh karena pimpinan Golkar tidak komunikatif, bahkan tidak menyediakan ruang dan waktu untuk dialog dengan para kader di sela-sela kunjungan pimpinan Golkar ke daerah sekali pun.

Beberapa Ketua DPD Golkar mengaku malu dan kecewa karena gagal mempertemukan anggota partai di daerahnya dengan elit DPP Golkar yang sedang berkunjung. Puluhan anggota sudah berkumpul di sebuah ruang menunggu sapaan dan arahan dari pimpinan Golkar.

Namun, pimpinan Partai Golkar hanya melintas tanpa sedikit pun menunjukan kepedulian kepada para kader yang sudah menunggu. Tak ada sapaan, apalagi sekadar jabat tangan.

Kekosongan komunikasi antara DPP dengan semua DPD itu bahkan pernah berakibat fatal. DPP Golkar nyaris tak pernah tahu masalah yang dihadapi DPD, dan sebaliknya hampir semua DPD tak tahu kebijakan dan strategi partai menghadapi Pemilu.

Pada Pileg 2019, alat peraga kampanye yang dikirimkan oleh DPP Golkar ke daerah tidak sesuai dengan kebutuhan. Sebagian besar alat peraga bahkan tidak bisa digunakan saat kampanye.

Muncul kesan di benak banyak kader bahwa pucuk pimpinan Golkar seperti hidup di rumah kaca. Ingin mengelola partai politik tapi tak mau atau alergi menginjak tanah. Mengelola partai bukan dengan kerja-kerja politik, tetapi sekadar menuntut ketaatan mutlak dari semua kader.

Karena awam berorganisasi, apalagi untuk organisasi sebesar Partai Golkar, pimpinan DPP Golkar tak mau dikritik, bahkan menolak perbedaan pendapat. Maka, ketika menghadapi beda pendapat dengan kader, instrumen kewenangan yang digunakan untuk menyelesaikan perbedaan itu adalah pecat sana-pecat sini.

Alih-alih memberi contoh tentang perilaku demokratis, pimpinan Golkar malah menunjukan kecenderungan otoriter dalam mengelola partai. Akibatnya, soliditas kader partai tidak maksimal ketika menghadapi agenda Pileg baru-baru ini.

Freddy Latumahina
Senior Partai Golkar, Mantan Anggota DPR RI

loading...

Share :

Baca Juga

BREAKINGNEWS

Hari ini, Personil Polres Soppeng Ikuti Tes Psikologi Berkala

NASIONAL

Respon Ketua DPR RI Atas Isu-Isu Aktual

NASIONAL

Bamsoet: Kesejahteraan guru penting untuk diperjuangkan

Berita

MGCJ, Dengan Golf Menggapai Mimpi

POLITIK

Respon Ketua DPR RI Atas Isu-Isu Aktual

JAKARTA

Hotasi Nababan : Badan Usaha Milik Negara Diharapkan Dapat Berkontribusi Untuk Kemajuan Ekonomi Bangsa

BREAKINGNEWS

Putra Terbaik Soppeng, Andi Harifin Tumpa peroleh Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden RI

BREAKINGNEWS

Kanada Siap Bantu Sulsel Bangun Infrastruktur